Polisi Myanmar Lempar Granat & Tembakkan Senjata ke Udara untuk Bubarkan Demonstran

VANSLOT – Polisi membubarkan pengunjuk rasa di dua kota terbesar di Myanmar pada Jumat, melemparkan granat setrum, menembakkan peluru karet, dan senjata ke udara. Demikian disampaikan para saksi mata. Sedikitnya satu orang terluka dalam unjuk rasa di kota utama Yangon, kata seorang saksi mata, dan sebuah foto diunggah oleh kantor media dari Mandalay menunjukkan pengunjuk rasa yang terluka berada di balik mobil ambulans. Belum ada pernyataan polisi terkait hal ini. Negara Asia Tenggara tersebut berada dalam krisis sejak militer melakukan kudeta pada 1 Februari dan menangkap pemimpin pemerintahan sipil Aung Saun Suu Kyi dan pejabat lainnya. Di Yangon, ratusan anak muda berkumpul pada Jumat tapi kemudian bubar ketika polisi datang. Sekelompok kecil warga juga berkumpul di tempat-tempat lain, meneriakkan slogan dan melewati barisan sejumlah polisi anti huru hara yang kemudian melemparkan granat setrum dan menembakkan senjata ke udara untuk membubarkan mereka. Baca Selengkapnya

Filipina Tawarkan Perawat ke Inggris dan Jerman untuk Dibarter dengan Vaksin Covid-19

 

ESIABET – Filipina menawarkan akan mengirimkan tenaga medis, terutama perawat, untuk menerima vaksin di Inggris dan Jerman jika dua negara itu sepakat mendonorkan vaksin Covid-19. Seorang pejabat senior menyampaikan kabar itu kemarin. Kementerian Kesehatan Inggris mengatakan mereka tidak tertarik dengan tawaran itu dan lebih memprioritaskan vaksin untuk kebutuhan dalam negeri. Namun Inggris mengatakan akan membagikan kelebihan vaksin mereka bagi kebutuhan internasional di waktu yang akan datang. Laman CNN melaporkan, Kamis (25/2), Filipina yang menjadi salah satu negara Asia dengan kasus Covid-19 tertinggi, kini sudah membolehkan kembali tenaga medisnya bekerja di luar negeri. Namun mereka masih membatasi jumlah tenaga medis profesional yang boleh bekerja ke luar negeri sebanyak 5.000 orang per tahun. Baca Selengkapnya