CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Meteor Jatuh Saat Ramadan 2021

ESIABET – Kabar meteor akan turun saat Ramadan 2021 beredar di media sosial. Kabar tersebut disertai dengan video saat meteor jatuh ke Bumi pada malam hari. Dalam video berdurasi 7 menit itu, meteor jatuh di Inggris.

cuplikan video kabar meteor turun saat bulan puasa

Penelusuran

Menurut penelusuran merdeka.com, informasi tersebut adalah hoaks. Dalam artikel cnnindonesia.com berjudul “Meteor Raksasa Melintas di Inggris, Terbakar Seperti Bola Api” pada 1 Maret 2021, dijelaskan bahwa penampakan meteor jatuh di sejumlah wilayah di Inggris. Sebuah meteor raksasa melintas di langit Inggris pada Minggu (28/2) malam waktu setempat. Meteor ini nampak sekitar 7 detik tak lama sebelum pukul 10 malam. Penampakan meteor ini terekam oleh banyak netizen, kamera CCTV di rumah-rumah dan kamera keamanan lain di berbagai kota, seperti Manchester, Cardiff, Honiton, Bath, Midsomer Norton, dan Milton Keynes. Sementara itu, jejaring pengamat meteor di Inggris menyebut lebih dari 120 orang melihat meteor jatuh itu.

“Dari dua video yang kami lihat, meteor itu tampak berjalan pelan dengan fragmen yang terlihat jelas.” Kemudian dalam artikel cnnindonesia.com berjudul “Jadwal Puncak Hujan Meteor Sepanjang 2021 di Langit Indonesia” pada 7 Januari 2021, dijelaskan jadwal hujan meteor di Indonesia.

Quadrantid (4 Januari 2021)
Lapan menyampaikan hujan meteor Quadrantid berlangsung sejak 12 Desember 2020 hingga 12 Januari. Puncak hujan meteor itu terjadi pada 4 Januari 2021 ketika fase Bulan susut.

Lyrid (22 April 2021)
Hujan meteor Lyrid dimulai pada 16-26 April 2021. Puncak aktivitas Lyrid terjadi pada tanggal 22 April 2021 sekitar pukul 19.00 WIB. Sehingga waktu kenampakan terbaik baru dapat disaksikan ketika radian Lyrid terbit sejak pukul 22.00 WIB.

Eta Aquarid (6 Mei 2021)
Hujan meteor Eta Aquarid muncul sekitar pertengahan bulan April hingga Mei 2021. Puncak hujan meteor itu diprediksi terjadi pada 6 Mei 2021.

Delta Aquarid (30 Juli 2021)
Hujan meteor Delta Aquarid biasanya terlihat sekitar akhir bulan Juli. Hujan meteor itu berasal dari pecahan komet Marden dan Kracht Sungrazing. Puncak hujan meteor Delta Aquarid diprediksi terjadi pada tanggal 30 Juli 2021.

Perseid (12 Agustus 2021)
Hujan meteor Perseid terlihat sejak pertengah Juli hingga Agustus 2021. Hujan meteor Perseid berasal dari serpihan debu ekor komet Swift Tuttle atau 109P/ yang mengelilingi Matahari setiap 133 tahun sekali. Perseid dapat diamati sejak pukul 00.00 WIB hingga menjelang fajar.

Draconid (8 Oktober 2021)
Hujan meteor Draconid berasal dari serpihan komet Giancobini-Zinner atau komet 21P. hujan meteor itu akan terlihat pada 6-10 Oktober 2021. Puncak hujan meteor itu akan terjadi pada 8 Oktober 2021.

Taurid Selatan (10 Oktober 2021)
Hujan meteor Taurid Selatan berasal dari pecahan komet Encke atau 2P/Encke. Hujan meteor itu akan terlihat sejak 10 September hingga 20 November 2021.

Orionid (21 Oktober 2021)
Hujan meteor Orionid terjadi sejak 2 Oktober hingga 7 November 2021. Puncak hujan meteor itu akan terjadi pada 21 Oktober 2021.

Taurid Utara (12 November 2021)
Hujan meteor Taurid Utara berasal dari serpihan asteroid 2004 TG10 yang mengorbit Matahari Sebanyak tiga kali dalam 10 tahun. Taurid Utara akan terlihat sejak 20 Oktober hingga 10 Desember 2021.

Leonid (18 November 2021)
Hujan meteor Leonid berasal dari pecahan komet Temple Tuttle atau komet 55P.Leonid akan terlihat pada tanggal 6 hingga 30 November 2021.

Geminid (14 Desember 2021)
Hujan meteor Geminid berada dari asteroid 3200 Phaethon. Hujan meteor akan mulai pada tanggal 4 hingga 17 Desember 2021. Puncak hujan meteor diprediksi terjadi pada 14 Desember 2021.

Ursid (23 Desember 2021)
Hujan meteor Ursid berasal dari komter Tuttle atau komet 8P. Fenomena itu akan terjadi pada 17-26 Desember 2021. Puncak hujan meteor diprediksi terjadi pada tanggal 23 Desember 2021.

Kesimpulan

Informasi hujan meteor akan turun saat Ramadan 2021 adalah tidak benar. Tidak ada informasi resmi terkait kabar tersebut. Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. [noe]

CEK FAKTA: Hoaks Memakai Masker Selama Setahun Bisa Picu Kanker Paru-Paru

MIKIGAMING – Informasi memakai masker selama setahun dapat memicu kanker beredar di media sosial. Informasi itu menyebutkan bahwa ada memakai masker terlalu lama bisa menghirup racun karbondioksida dan bisa menyebabkan kanker paru-paru.

Apa lagi ya yang di impor dari China ya..virus sudah.. instalasi fasilitas pengobatan virusCorona untuk rumah sakit sudah.jarum suntik sudah.masker sudah,,detektor virus sudah.vaksin Corona sudah.. Oh iya ..nanti ada lagi di impor china.untuk pengobatan kanker paru paru beserta obat nya..Karana China sudah menyiapkan semua nya..China sudah tahu jika orang make masker monoton s lama setahun lebih orang bisa kena kanker paru-paru,, karena racun carbondioksida yang di hirup terus.. Susah juga sih.. pemerintah kita kiblat nya ke China..kalo tak ..tak bisa ngutang yang bayar oleh anak cucu penerus bangsa Indonesia ini.” Baca Selengkapnya